Selasa, 12 September 2017

Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian di Bogor Telah Berusia 175 Tahun

Pada mulanya, perpustakaan ini bernama Bibliotheca Bogoriensis, merupakan perpustakaan milik Litbang Departemen Pertanian yang sudah berskala internasional. Kemudian berubah nama menjadi Pusat Biologi dan Pertanian (Pustaka), selanjutnya berubah nama lagi menjadi Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, sampai sekarang. Namun demikian, di level internasional nama Bibliotheca Bogoriensis (B.B) lebih dikenal.

Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, sesuai namanya, banyak memuat buku-buku dan referensi tentang ilmu biologi dan pertanian meskipun buku-buku yang lain juga tersedia di sana. Didirikan pada Mei 1842 oleh Dr H.J Hasskarl, seorang ahli botani. Dr. Prabowo Tjiptopranoto sebagaimana dikutip Majalah Tempo (No.48 Th XII/29 Januari 1983) menyebut bahwa BB adalah perpustakaan yang tertua dan terlengkap di bidang biologi dan pertanian di Indonesia.

Ketika baru berdiri, perpustakaan ini hanya memiliki koleksi 25 judul buku. Namun terus berkembang hingga menjadi 70 ribu buku pada tahun 1983, 300 ribuan buku pada tahun 1990an dan sekarang, tentu koleksinya sudah jauh lebih banyak lagi. Belum termasuk majalah dan dokumen-dokumen berharga lainnya. Buku tertua ada yang terbitan tahun 1586, berjudul Historia Generalis Plantarum karya J. Dalechamps.

BB atau Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian telah diakui oleh FAO-PBB, juga masuk dalam jaringan perpustakaan pertanian seduania sejak 1975. Banyak ilmuwan asing yang telah berkunjung ke perpustakaan ini untuk melakukan studi atau riset ilmu pertanian.

Tahun 1970, BB kembali dibangun dan tampak semakin kokoh menjulang. Jika Anda tertarik untuk berkunjung silakan alamatnya di Jl. Juanda No.20 Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor 16122. Mulai buka pukul 7.30 sampai 16.00 WIB.

Rabu, 18 Januari 2017

Mitos Cewek Doyan Baca

Kacamata tebal, bawa buku kemana-mana, pasti nggak gaul deh! Berkat mitos itu, cewek-cewek "jahat" yang sok gaul dan suka memberi cap kalau cewek doyan baca pasti cupu, jadi harus menutupi minatnya. Bahkan nggak sedikit juga kalau mereka akhirnya membentuk kelompok sendiri yang suka dicap "kelompok aneh", " nerd", "cupu", atau sebutan lain yang bersifat nggak gaul dan aneh. Kenapa bisa begitu?

#1. Cewek doyan baca nggak bisa diajak ngobrol.
Salah besar. Justru kalau kamu ngajak ngobrol cewek tipe ini, mereka punya segudang wawasan yang bisa bikin kamu tambah pintar. Mereka bakal makin asyik ngobrol kalau kebetulan kalian berdua punya bacaan yang sama.

#2. Cewek doyan baca nggak punya teman.
Salah! Mereka berteman dengan semua kalangan. Lewat buku-buku yang dibaca, mereka bisa mengerti karakter setiap kalangan, makanya nggak heran kalau cewek doyan baca gampang akrab sama orang lain.

Kamis, 22 Desember 2016

Buku Karya Isaac Newton Terjual dengan Harga Sangat Fantastis

Berapakah harga buku termahal yang pernah kamu beli?
Sebuah buku berjudul Philosophiae Naturalis Principia Mathematica Sir Isaac Newton terjual seharga 3,7 juta dollar di sebuah rumah lelang. Penjualan ini memecahkan rekor sebagai buku sains termahal di dunia.
Buku Philosophiae Naturalis Principia Mathematica seharga 3,5 juta dollar
Buku yang terbit lebih dari 300 tahun lalu itu, tepatnya pada tahun 1687, ditulis oleh Isaac Newton (1642-1727) dan diedit oleh seorang astronom asal Inggris bernama Edmon Halley (1656-1742). Buku Philosophiae Naturalis Principia Mathematica merupakan bagian penting dari sejarah dan ilmu pengetahuan. Albert Einsten menyebutnya sebagai, "Capaian intelektual terbesar yang pernah dicapai oleh manusia."
Christie, Penanggung jawab lelang mengatakan, buku dengan cover dari kulit kambing ini diharapkan terjual senilai $ 1 juta hingga $1,5 juta. Namun rupanya, penawar membeli jauh di atas itu. Hampir empat kali lipat!
Principia memaparkan tiga hukum gerak newton, menjelaskan tentang bagaimana objek dapat bergerak di bawah pengaruh kekuatan eksternal. 
Buku berwarna merah berukuran 9x7 inci itu berisi 252 lembar kertas, beberapa diantaranya dengan diagram ukiran kayu hanya ada 2 di dunia sepanjang masa. Satu lagi telah terjual 47 tahun lalu. Dan terakhir pada Desember 2013 terjual senilai 2,5 juta dollar. 
Perihal siapa yang membeli salah satu buku termahal di dunia ini, sampai sekarang masih misterius. Atau jangan-jangan Anda?
Salam buku!

Selasa, 20 Desember 2016

Toko Buku Times, Tempat Belanja dan Baca Buku Asyik

Toko Buku Times yang saat ini sudah berganti nama menjadi Books & Beyond, adalah salah satu toko buku yang menarik untuk dikunjungi. Ambil contoh untuk toko buku yang berlokasi di Lippo Karawaci. Dengan bangunan seluas 2000 m2, Anda akan dimanjakan dengan desain bangunan yang eye-catching, interior yang cozy dan modern, serta penataan rak dan buku yang keren habis.

big tree and green area
Di dalam Toko Buku Times juga tersedia big tree area dan green area sebagai tempat bersantai dan tempat bermain untuk anak-anak. Pada akhir pekan, bahkan diselenggarakan acara khusus story telling.

Beberapa rak buku terlihat tidak seperti rak buku di toko-toko buku pada umumnya. Desainnya cukup unik; dinding-dindingnya dihiasa dengan quotes yang menginspirasi, sehingga membuat semangat membaca semakin hidup. Tak ketinggalan pula tempat duduk yang nyaman buat membaca di setiap kategori buku yang tersedia.

Ada banyak macam kategori buku mulai dari fiction, nonfiction, general, professioal, children, dan lain-lain. Sebagian besar adalah buku-buku impor dengan diskon menarik.

Namun kabarnya Toko Buku Times ini berganti nama menjadi Books & Beyond dan sudah memiliki banyak cabang mulai dari Jakarta hingga Medan. Sebagian besar tersebar di mall, rumah sakit Siloam, dan Lippo Mall.




Saat ini juga bisa membeli via online di situs Books & Beyond. Hanya sayang belum tersedia buku-buku lokal di toko buku online-nya.

Sumber gambar dan tulisan: Majalah Tren, Oktober 2008

Kamis, 18 Februari 2016

Bacaanmu itulah Kedudukanmu

Konon gambar ini adalah foto sebuah patung di Jepang. Siapapun yang melihatnya dengan cermat, pasti akan bisa menebak pesan dan tujuan dibangunnya patung ini. Dua orang berbeda jenis kelamin, berbeda usia, dan berbeda bobot tubuh duduk di mainan jungkat-jungkit dengan posisi yang berlawanan. Menariknya, laki-laki dewasa dengan badan yang besar ternyata kalah berat sama gadis kecil berkuncir yang menatap dengan senyum ke arahnya. Bagaimana bisa? lihatlah yang dipegang laki-laki itu dan lihatlah tumpukan yang ada di sebelah gadis kecil. Ya, buku. Itulah sebabnya.

Jika saya mencoba menafsirkan pesan dari patung unik ini, maka kurang lebih begini, "Tidak ada yang lebih layak diperhitungkan dalam diri seseorang kecuali seberapa banyak buku yang ia baca." atau "Bacaanmu menentukan seberapa besar kedudukanmu." Jadi bukan usia, jenis kelamin, pangkat, kekayaan, yang membuat seseorang memiliki nilai melainkan seberapa banyak buku yang ia baca dan seberapa berbobot bacaannya.

Penghargaan terhadap buku di Jepang sangatlah tinggi, pembaca-pembaca brilian dan profesi penulis sangat disegani. Mereka tahu bahwa kekayaan wawasan adalah kunci memenangkan pertarungan apapun di segala zaman. Dan sejarah telah membuktikannya.

Ya, itu di Jepang. Bagaimana dengan Indonesia? (@RafifAmir)

Bookstore